Teori-Teori Terhadap Lansia

1. Teori-teori Biologi Mengenai Penuaan 
Teori Mikrobiologi
Teori-teori mikrobiologi mengenai penuaan (microbiological theories of aging): Melihat ke dalam sel-sel tubuh untuk menjelaskan penuaan. Label mikro digunakan karena sel merupakan unit analisis yang sangat kecil.

Dengan menuanya sel-sel, molekul-molekulnya dapat saling terhubung atau melekat sedemikian rupa sehingga dapat menghentikan siklus vital biokimia dan menciptakan bentuk-bentuk kerusakan lain pada saat mereka mengganggu fungsi sel (Bruce, 1991; Ivy, dkk, 1992; Pacifici & Davies, 1991).

Teori Makrobiologi
Teori-teori makrobiologi mengenai penuaan (macrobiological theories of aging): Mempelajari kehidupan pada tingkat analisis yang lebih global dibandingkan sel. Makro mengarah pada sesuatu yang besar dan tingkat analisis yang lebih global.

Penuaan juga dapat dipengaruhi oleh sistem kekebalan, otak, dan homeostatis. Berkenaan dengan sistem kekebalan, di masa dewasa awal, thymus (suatu kelenjar di atas dada yang merangsang sel-sel darah putih yang dibutuhkan untuk melawan infeksi dan kanker) telah menyusut. Seiring dengan kehidupan yang berlanjut, sistem kekebalan kehilangan beberapa kemampuannya untuk mengenali dan melawan bakteri dan para penyerbu asing, begitu pula dengan sel-sel kanker. Sel-sel kekebalan mungkin juga telah memulai melawan sel-sel kesehatan tubuh sendiri, kemungkinan menghasilkan penyakit-penyakit kekebalan (autoimmune disease) seperti radang sendi dan beberapa penyakit ginjal ringan (Walford, 1969).

Para ilmuwan lain berpendapat bahwa pencetus saat penuaan ditempatkan di dalam otak, lebih khususnya lagi di kelenjar-kelenjar hipotalamus dan pituitary, yang melibatkan pelepasan hormon-hormon. dalam pandangan ini, dimulai saat pubertas kelenjar pituitary melepaskan hormon, atau sekelompok hormon, yang menyebabkan tubuh menjadi menua pada kecepatan yang telah diprogram.

Penuaan dapat juga dikaitkan dengan penurunan dalam organ tubuh pendukung. Pada tingkat organisme, kehidupan mungkin didefinisikan sebagai homeostatis internal (keseimbangan). Dunia internal tubuh diseimbangkan dan diatur dalam batasan-batasan yang jelas. Syaraf dan sistem endokrin mengawasi jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan organ-organ lain untuk mempertahankan keseimbangan ini.

2. Teori-teori Sosial Mengenai Penuaan
Teori pemisahan (disengagement theory)
Menyatakan bahwa orang-orang dewasa lanjut secara perlahan-lahan menarik diri dari masyarakat (Cumming & Henry, 1961). Menurut teori ini, orang-orang dewasa lanjut mengembangkan suatu kesibukan terhadap dirinya sendiri (self preoccupation), mengurangi hubungan emosional dengan orang lain, dan menunjukkan penurunan ketertarikan terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan. Penurunan interaksi sosial dan peningkatan kesibukan terhadap diri sendiri dianggap mampu meningkatkan kepuasan hidup di kalangan orang-orang dewasa lanjut.

Teori aktivitas (activity theory)

Semakin orang-orang dewasa lanjut aktif dan terlibat, semakin kecil kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar kemungkinan mereka merasa puas dengan kehidupannya. Teori ini menjelaskan akan pentingnya individu-individu melanjutkan peran-peran masa dewasa tengahnya di sepanjang masa dewasa akhir.

Teori rekonstruksi gangguan sosial (social breakdown-recontruction theory)
Teori ini menyatakan bahwa penuaan dikembangkan melalui fungsi psikologis negatif yang dibawa oleh pandangan-pandangan negatif tentang dunia sosial dari orang-orang dewasa lanjut dan tidak memadainya penyediaan layanan untuk mereka. Rekonstruksi sosial dapat terjadi dengan merubah pandangan dunia sosial dari orang-orang dewasa lanjut dan dengan menyediakan sistem-sistem yang mendukung mereka.

1 komentar:

  1. kalau boleh tau, ini buku refrensinya pakai punya siapa ya?

    BalasHapus

Mohon untuk Komentar ANDA.........................