RUANG LINGKUP PERKEMBANGAN

PELOPOR DAN RUANG LINGKUP PERKEMBANGAN

PENDAHULUAN
Sebenarnya dalam psikologi perkembangan, semua takkan lepas oleh sejarah psikologi itu sendiri. Sebelumnya lebih baik kita kilas balik sejarah psikologi perkembangan yang telah dibahas oleh kelompok I.
Plato (427-347), bahwa jiwa manusia terbagi atas jiwa badaniah dan jiwa rohaniah. Jiwa badaniah akan mati bersama dengan raga manusia. Sedangkan jiwa rohaniah, bersifat abadi ( takkan pernah mati ).

 J.A. Comenius (1592-1671), mengatakan bahwa anak tidak boleh dianggap sebagai orang dewasa yang bertubuh kecil. Dalam bukunya Dadactica Magna, ia menganjurkan agar dalam pengajaran ank harus menarik. Maka dari itu, pelajaran harus diperagakan supaya anak-anak dapat mengamati, menyelidiki dan menyelidiki sendiri.

 J.H. Pestalozzi (1746-1827), mengatakan bahwa pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan jiwa anak.

 Friedrich Frobel (1782-1852), berpendapat bahwa TK adalah tempat bagi anak-anak untuk bermain, bernyanyi dan mengerjakan pekerjaan bersama-sama serta dijadikan sebagai tempat melatih daya cipta dengan mengunakan alat-alat permainan.

 Dietrich Tiederman (1787), seorang tabib Jerman yang meneliti perkembangan anaknya sendiri dengan tujuan agar nantinya psikologi anak dapat sejajar dengan ilmu-ilmu yang lain. 

PEMBAHASAN
A. TOKOH DAN PEMBAGIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGANNYA
1. Aristoteles ( 384-322 SM )
  • a. Fase/masa anak kecil (0-7 tahun), disebut sebagai masa bermain.
  • b. Fase/masa anak-anak, masa belajar, masa sekolah rendah (7-14 tahun).
  • c. Fase/masa remaja/puberitas (14-21 tahun), disebut sebagai masa peralihan dari anak menjadi orang dewasa.

2. Charlotte Buhler ( 1949 )
a. Fase pertama ( 0-1 tahun )
 Masa menghayati objek-objek di luar diri sendiri dan saat melatih fungsi, terutama fungsi motorik (fungsi yang berhubungan dengan gerakan dari badan dan anggota badan)
b. Fase kedua ( 2-4 tahun )
Mulai ada pengenalan aku sendiri. Tidak ada pengamatan objektif terhadap benda-benda di sekitarnya, sehingga benda tersebut dianggap dirinya. Tidak jarang apabila anak berbicara sendiri pada bonekanya, atau benda/mainan lain yang dianggap sama. Fase ini disebut juga fase bermain.
c. Fase ketiga ( 5-8 tahun ). Masa sosialisasi anak terhadap lingkungannya. Anak mulai belajar mengenal dunia sekitar secara  objektif. Ada rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan dan tugas-tugas kewajibannya.
d.Fase keempat ( 9-11 tahun )
Masa sekolah rendah. Pada masa ini keingintahuan anak semakin besar dengan mencoba dan bereksperimen terhadap sesuatu. Pada masa ini pula terjadi pemusatan dan penimbunan tenaga untuk berlatih, menjelajah, dan bereksplorasi. Dan pada ini juga, timbul kritik terhadap diri sendiri, anak mulai menemukan arti diri sendiri sehingga secara tidak sadar mulai berpikir tentang dirinya, Karena adanya pertentangan-pertentangan yang terjadi di lingkungannya. Sehingga, menyebabkan si anak kadang kala mangasingkan diri.
e. Fase kelima ( 14-19 tahun )
Masa tercapainya sintesa antara sikap batin dengan dunia objektif. Karena pada masa ini anak cenderung bersifat subjektif. Kemampuan dan kesadarn dirinya terus meningkat. Tak heran bila pada masa pubernya sturm und drang (ingin memberontak, gemar mengkritik, suka menentang,dsb). Nmaun, lambat laun akan sadar sendiri dan bias dikatakan memasuki batas kedewasaan (masa matang)

3. Profesor Kohnstamn
a. Masa vital, bayi atau penyusu  ( 0-1,5 tahun )
b. Masa anak kecil atau estetis ( 1,5-7 tahun )
c. Masa anak sekolah atau intelektual ( 7-14 tahun )
d. Msa remaja, pubertas atau adolesensi atau masa social ( 14-21 tahun )
e. Masa dewasa atau matang ( 21 tahun keatas )

4. Langeveld
a. Masa bayi ( 0-2 tahun )
b. Masa kanak-kanak ( 2-6 tahun )
c. Msa anak sekolah ( 6-12 tahun )
d. Masa remaja ( 12-21 tahun )
e. Masa dewasa ( 21 tahun keatas )

5. Oswald Kroh
a. Trotz periode pertama, disebut masa menentang pertama atau masa kanak-kanak pertama, yakni ketika berusia 0-4 tahun.
b. Trotz periode kedua, masa menentang pertama sampai menentang kedua, disebut jega masa keserasian atau masa sekolah, yakni ketika berusia 4-14 tahun.
c. Trotz periode ketiga, masa menentang kedua sampai akhir masa muda, disebut masa kematangan, yakni ketika berusia 14-19 tahun.

6. Johan Amos Comentus
a. Masa sekolah ibu ( 0-6 tahun ), hampir semua bimbingan terjadi pada keluarga, terutama ibu.
b. Masa sekolah bahasa ibu ( 6-12 tahun ), anak baru menghayati setiap pengalaman dengan pengertian bahasa sendiri (bahasa ibu) dengan tujuan untuk berkimunikasi dengan orang lain.
c. Masa sekolah bahasa latin ( 12-18 tahun ), anak mulai diajarkan bahasa latin sebagai bahasa kebudayaan, karena dianggap anak bias mencapai taraf beradab dan berbudaya.
d. Masa sekolah tinggi/ universitas ( 18-24 tahun ), anak mengalami proses pembudayaan dengan menghayati nilai-nilai ilmiah, selain itu juga mempelajari ilmu pengetahuan.

7. Jean Piaget
a. Fase sensori motorik
Aktivitas kognitif  berdasarkan pada pengalaman langsung panca indera, belum menggunakan bahasa. Namun, pemahaman intelektual muncul pada akhir.

b. Fase Pra Operasional
Anak tak lagi terikat dengan lingkunga sensori. Sikapnya suka meniru orang lain, mampu menerima khayalan dan suka bercerita hal-hal yang fantastis.

c. Fase Operasi Konkret
Anak mulai berpikir logis dan bentuk kegiatannya dapat ditentukan dengan peraturan.
d. Fase Operasi Formal
Anak mampu mengembangkan pola pikir normal, logis, rasional, dan bahkan bersifat abstrak. Selain itu, juga mampu menangkap symbol, kiasan dan menyimpulkan suatu berita.

8. Erik H. Erikson (1963)
a. Masa bayi, tahap percaya, lawan tidak percaya.
b. Masa kanak-kanak, tahap otonomi, lawan rasa mali dan ragu-ragu.
c. Usia prasekolah, tahap inisiatif, lawan rasa bersalah.
d. Usia sekolah, tahap industri, lawan rasa rendah diri.
e. Masa remaja, tahap identitas, lawan keraguan akan identitas
f. Masa awal dewasa, tahap keakraban, lawan perasaan terasing.
g. Masa dewasa, tahap produktif, lawan keadaan pasif.
h. Masa tua, tahap integritas, lawan putus asa.

9. Hackel
a. Masa perampokan/ penggarongan dan masa perburuan ( 0-8 tahun )
Pada masa ini anak memperlihatkan kesukaan menangkap hewan, main ketapel, panah-panahan, main selinap mengendap-ngendap dan memburu kawan-kawannya.

b. Masa Penggembalaan ( 8-19 tahun )
Anak-anak suka memelihara ternak dan binatang jinak. Mereka memperlakukannya dengan penuh kasih saying, seperti meminang-minang dan membelai hewan peliharaannya.

c. Masa Pertanian ( + 11-12 tahun )
Anak menampakkan kesukaan menanam berbagai tumbuhan dan berkebun.

d. Masa Perdagangan ( +13-14 tahun )
Anak mulai gemar mengumpulkan macam-macam benda, bertukar perangko, uang receh, kartu pos, manik-manik, dll.

10. Levinson (1978)
a. Masa anak ( 0-16 tahun )
b. Masa pra dewasa ( 17-22 tahun )
c. Masa dewasa awal ( 22-28 tahun )
d. Masa dewasa yan lebih stabil ( 28-33 tahun )
e. Masa dewasa fase kemantapan ( 33-40 tahun )
f. Puncak masa dewasa menuju masa dewasa madya ( 40-45 tahun )
g. Masa awal dewasa madya ( 45-50 tahun )
h. Masa krisis dewasa madya ( 50-55 tahun )
i. Masa dewasa akhir ( 55-60 tahun )

11. Sigmund Freud (1856-1939)
a. Masa oral ( 0-1 tahun )
Tahap awal perkembangan psikoseksual pada bayi dengan memperoleh kenikmatan dan kepuasan yang bersumber pada daerah mulut.

b. Masa anal ( 1-3 tahun )
Anak memindahkan pusat kenikmatan dari daerah mulut ke daerah anus (dubur)

c. Masa falik ( 3-5 tahun )
Sumber kenikmatan berpindah ke daerah kelamin. Anak mulai menaruh perhatian terhadap perbedaan anatomi antara laki-laki dan hal-hal yang berhubungan dengan seks.

d. Fase laten ( 6-12 tahun )
Aktivitas sksual mulai berkurang, sekalipun masih ada aktivitas seksual yang lain. Namun, sifatnya tak sehebat sebelum atau sesudah masa laten. Pada masa ini terjadi perkembangan kognitif, social dan moral.

12. Sears
a. Masa tingjah laku rudimenter
Tingkah laku yang bersumber pada kebutuhan dasar dan proses belajar pada masa bayi.

b. Masa system motivasi primer
Didasarkan pada proses belajar yang berpusat dari dalam keluarga

c. Masa system sekunder
Didasarka pada proses belajar yang terjadi di luar lingkungan keluarga

B. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI  PERKEMBANGAN

1. F.J. MONKS – A.M.P. KNOERS, dalam bukunya ONTWIKKELINGS PSYCHOLOGIE
a. Periode pre natal dan tahun pertama
b. Usia 1-4 tahun
c. Anak pra sekolah dan sekolah
d. Masa remaja
e. Masa remaja pada batas dewasa awal
f. Masa dewasa dan masa tua

2. DRS. ZULKIFLI, dalam bukunya PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
a. Masa bayi
b. Masa kanak-kanak
c. Masa anak sekolah
d. Masa remaja

3. ELIZABETH B. HURLOCK, dalam bukunya DEVELOPMENTAL PSYCHOLOGY
a. Periode pra-natal
b. Masa bayi baru lahir
c. Masa bayi
d. Masa kanak-kanak
e. Akhir masa kanak-kanak
f. Masa puber
g. Masa remaja
h. Masa dewasa dini : penyesuaian pribadi dan social
i. Masa dewasa dini : penyesuaian pekerjaan dan keluarga
j. Usia madya : Penyesuaian pribadi dan social
k. Usia madya : Penyesuaian pekerjaan dan keluarga
l. Usia lanjut : Penyesuaian pribadi dan social
m. Usia lanjut : Penyesuaian pekerjaan dan keluarga

A. KESIMPULAN
Dalam Psikologi Perkembangan ditemukan banyak perbedaan dalam pembagian psikologi perkembangan oleh tokoh-tokoh yang ada. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan sudut pandang dari masing-masing tokoh. Namun, meski terdapat perbedaan, inti dari itu semua sama, masih dalam ruang lingkup psikologi perkembangan.

Kebanyakan dari referensi yang ada, Psikologi Perkembangan hanya membahas perkembangan anak mulai pra natal sampai masa tua

B. SARAN
Psikologi Perkembangan pembahasannya sangat luas, sehingga tanpa pengembangan diri, kita takkan tahu sampai perkembangan psikologi itu dipelajari. Dan dengan mempelajari Psikologi Perkembangan,setidak-tidaknya kita bias meraba perkembangan kita mulai awal hingga sekarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon untuk Komentar ANDA.........................