Konsep Diri Sehat Bangsa Indonesia

Konsep Diri Sehat Bangsa Indonesia

Hampir semua hasil penilitian dipublikasikan dalam bahasa Inggris, apakah survey, jurnal, bahkan buku-buku litelatur yang dianggap bermutu itu jika ditulis dalam bahasa Inggris. Lebih parahnya lagi bahwa konsep diri Bangsa Indonesia ini selalu dalam posisi sakit dan tidak pernah memunculkan sikap positif, malah lebih ngetrend bila mampu menunjukkan kesalahan dan kekuarangan para pendahulunya. Hampir tidak pernah ada orang yang mampu dan  rela memunculkan kebaikan dan kelebihan para pejuang terdahulunya. Malah sudah terobsesi pimpinan dan pejuang yang dulu adalah dipersepsikan jelek dan yang baik adalah orang yang sekarang ada.
Mungkinkah itu salah satu pengaruh terlalu banyak dicekoki oleh hasil penelitian yang selalu memposisikan bangsa Indonesia dalam grade yang rendah, apakah dalam bidang pendidikan, intelektual, moral, kebersamaan ataupun dalam menemukan ide dan gagasan. Termasuk sering menjual posisi kemiskinan berada pada rangking 117 di bawah Vietnam, sehingga tidak muncul rasa optimisme dan motivasi untuk menjual ide dan gagasan. Bahkan penelitian sering menunjukan gap yang sangat curam antara teori dengan kenyataan. Seorang peneliti sering memunculkan rumah kumuh dibandingkan dengan memotret rumah bersih dan sehat. Lain halnya dengan penemuan orang Barat yang sering dimarket adalah kelebihannya, misalnya bagaimana mempromosikan penemuan alat virtual, alat komunikasi canggih, CCTV, teleconference, internet, facebook. Jarang Orang Barat menyampaikan ekses dari kecanggihan teknologi. Tapi yang dijual ke publik bagaimana nilai manfaatnya. Sehingga orang terobsesi untuk menggunakan dan memanfaatkan hasil teknologi dan akhirnya Indonesia menjadi pasar dunia untuk memasarkan berbagai penemuan orang Barat.

Nilai-nilai Luhur Bangsa Indonesia
Penulis ingin mengajak para pembaca untuk bangkit dan semangat menggulirkan ide dan gagasan bahwa jati diri bangsa ini sangat mulia dan merupakan potensi besar, asal melupakan pesanan Orang Barat yang menuduh bangsa Indoensia yang jahat dan binal. Ingatlah bahwa orang Asia itu senang perdamaian, menghormati para leluhur, moral dan etika selalu dijadikan acuan, senang tolong menolong. Sangat beda dengan bangsa Barat yang selalu memilih perang, semua orang dianggap sama dengan jargon demokrasi, etika dan moral dikesampingkan dengan jargon HAM. Padahal anak-anak Orang Amerika lebih bandel dan tidak hormat pada orang tuanya dibandingkan dengan Anjing piaraannya.

Apabila semua bangsa Indonesia berkehendak kuat untuk memupuk kebersamaan dan kegotong royongan , maka konsep dirinya harus sehat dengan mengembangkan rasa optimistic. Bahkan mencintai perdamaian. Berarti harus ada kesepakatan dan saling pengertian, tidak merasa menang sendiri, tidak merasa benar sendiri. Memang kalau perdamaian itu resikonya dua karena ke dua belah fihak harus sepakat. Tidak ada yang merasa dirugikan tapi “antarodhin” ridho pada ridho. Kalau perang memang resikonya satu pilihan “menang atau kalah”. Bila orang yang sudah merasa berkuasa dan lupa bahwa yang maha kuasa itu Allah SWT, maka yang dipilih dalam hidupnya pasti perang, karena dalam dirinya sudah merasa yakin dengan kekuatan yang dimilikinya akan memenangkan peperangan dan pertempuaran. Konsep Amerika untuk menguasai seluruh persoalan diputuskan dengan perang, apakah perang senjata tempur, perang mulut, ataupun perang intelejen, perang virus dan perang opini, intrik dan issue.

Penulis bukan berarti anti Barat atau anti kemajuan teknologi, tapi mengajak bahwa kekuatan Allah akan melebihi segalanya. Bila teknologi yang kita kuasai dimanfaatkan mencari keridhoan Allah maka tidak akan dipergunakan membinasakan sesama orang ciptaan Allah SWT. Jadi sangat naïf bila julukan Amerika tentang teroris dituduhkan pada orang yang beragama Islam. Itu kesimpulan yang salah dan tidak bermoral. Karena bangsa Indonesia yang beragama Islam pasti menjunjung tinggi perdamaian dan akan mempertahankan yang hak. Orang Islam yang sejati akan menyadari bahwa kekuasaan itu dari Allah, harta dari Allah, jabatan dari Allah, kebenaran dari Allah. Tapi yakin bahwa bumi dan alam sekitar dengan segala isinya diciptakan Allah SWT untuk bekal manusia hidup didunia demi persiapan kehidupan yang kekal dan abadi di akhirat kelak.

Jadi bagaimana konsep diri yang sehat itu?
1. Percaya diri
2. Tidak pemalu
3. Tidak ragu-ragu dalam tingkah lakunya
4. Mudah diajak maju
5. Keputusan yang diambil berdasarkan pemikiran yang matang dan rasional

Dalam buku modul Bina Keluarga Balita terbitan tahun 2007 halaman 29 dijelaskan bahwa salah satu contoh konsep diri sehat yaitu: “Walau saya tidak cantik tetapi saya mempunyai kemauan yang dapat dibanggakan, Anak sehat. Meskipun saya sibuk bekerja, tetapi saya dapat mengatur waktu sehingga anak-anak baik laki-laki maupun perempuan tetap dengan saya” Dengan demikian harus mulai dikurangi mengekpose dan tidak mempublikasikan posisi bangsa Indonesia berada di bawah bangsa Asing. Kecuali bila ingin dijajah kembali dari segi politik, ekonomi, sosial, budaya ataupun kewilayahan. Karena hanya dengan percaya diri sesuatu bisa dilakukan. Namun bila seluruh media cetak dan elektronik hanya mampu menayangkan akhlak yang jelek dan menampilkan korban-korban politik bangsa asing, maka bangsa Indonesia akan terus tersungkur dalam keterpurukan.

Apalagi bila orang-orang yang cerdas, pandai dan punya ide dan jasa terhadap bangsa ini di “napikan” jasanya. Sehingga akan terjadi homo homoni lopus dan hilangnya rasa percaya diri. Apalagi hanya membanggakan investor asing masuk yang tidak diimbangi dengan kearifan dan budaya lokal. Maka tunggulah kehancurannya. Relakah bangsa ini saling hujat dan saling membukakan aibnya di depan publik?

Bangkit Keluar dari Kemiskinan
Bangsa Indonesia sejati tidak pemalu dengan sebutan negara miskin, negara tidak bermutu, tapi bagaimana semua bangkit semangat untuk keluar dari kemiskinan melalui kebersamaan dan kemandirian. Seperti yang telah dicontohkan oleh para pendahulu, seperti halnya Presiden Soekarno telah mampu membawa bangsa ini pada alam kemerdekaan yang berdaulat dengan prinsip gotong royong. Marilah contoh Presiden Soeharto telah mampu mengangkat Indonesia dimata dunia dengan keberhasilan pengendalian penduduk dan swasembada pangan dengan konsep trilogi pembangunannya. Mari contoh Presiden Habibie dengan kemajuan teknologi pesawat terbang yang mendunia serta membuka kemerdekaan berserikat dan berpendapat untuk menentukan nasibnya sendiri. Mari contoh Presiden Abdurahman Wahid dengan konsep desentralisasi serta memperhatikan kenaikan gaji para penyelenggara negara. Mari contoh Presiden Megawati yang melahirkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003. Marilah contoh Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang membuat perdamaian dan ketenangan bagi orang Aceh dari konflik dan korban Tsunami.

Saling Menghargai
Sudah waktunya saling mengungkap kelebihan dan keunggulan dari bangsa sendiri. Jangan terlalu percaya dengan bangsa asing. Konsep diri yang sehat adalah tidak ragu-ragu dalam tingkah lakunya. Jika bangsa ini terus ragu dan bimbang untuk bertindak karena diamang-amang dengan jargon teroris, narkoba, korupsi. Dengan melupakan keyakinan beragama bahwa setiap ”jodo, pati, bagja, cilaka” telah diatur oleh Allah SWT. Maka hidup ini akan terus terombang-ambing dengan perasaan traumatik yang disebabkan oleh berubahnya sistem nilai. Sehingga ”nu teu mais teu meuleum” harus mampertanggung jawabkan kedholiman orang lain.

Kenapa tidak boleh ragu-ragu dalam bertingkah laku!, Karena beban psikis akan menguras tenaga dan pikiran sehingga produktivitas akan menurun. Sedangkan kemanjuan bangsa Indonesia ini tidak hanya cukup dengan mengenang masa lalu dan berangan-angan dalam impian, dengan melupakan kenikmatan yang sedang terjadi. Sehingga potensi dan kekayaan alam ini dikuras habis oleh bangsa asing. Yang jadi korban anak cucu harus menanggung akibat dari perang dingin dan perang urat syaraf di era global yang border line. Yakinilah bahwa Allah akan membimbing orang-orang beriman dan bertaqwa.

Insya Allah bila para pembaca mudah untuk diajak maju berarti mengembangkan konsep diri yang sehat. Namun bila tetap menyimpan kebencian dan rasa dendam yang tidak berkesudahan maka tidak akan mempunyai karya apa-apa. Ingat bila para pembaca orang Islam bahwa ijtihad yang salah dalam situasi kompleksitas akan mendapat satu ganjaran, bila ijtihad benar maka pahalanya dua. Mengambil kebijakan dalam situasi yang tidak normal seperti sekarang ini banyak resikonya. Bila resiko itu tidak diambil maka akan terjadi kemandegan sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara akan terhambat dalam sebuah turbulance dalam spiral dinamik tanpa ada sebuah keputusan.

Konsep diri yang sehat akan mengambil keputusan berdasarkan pemikiran yang matang dan rasional. Walaupun resiko dari sebuah keputusan itu tidak akan sempurna dan mungkin saja salah. Dari kesalahan itu bisa saja dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memeras karena dianggap menyalahi prosedur dan aturan. Disinilah perlu tawakal pada Allah SWT, karena manusia tidak sempurna dan tidak mungkin keputusan itu memuaskan semua pihak. Tapi yakinilah bahwa keputusan yang dilakukan dengan meminta pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT akan memberi manfaat bagi orang banyak. Maka yakinilah bahwa Allah yang akan memberikan pertolongan dan cukup Allah yang akan menolong ”hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wani’man nasir, la haula wala quwwata illah billahil ’aliyyil adhim” . Ingat bahwa pertanggung jawaban ini tidak cukup hanya di dunia.

1 komentar:

  1. Blog dan artikelnya bagus juga, komentar juga ya di blog saya www.when-who-what.com

    BalasHapus

Mohon untuk Komentar ANDA.........................