SELF HEALING AND SELF COUNSELING

Ditulis Oleh Wahid Suharmawan

BAB I PENDAHULUAN
 
Daya penyembuhan diri berasal dari satu tempat, dari dalam, dan penyembuhan diri kita kekuatan yang paling penuh diungkapkan ketika kita menghapus penyebab penyakit dan beristirahat lengkap dengan banyak tidur.
Sumber intelijen penyembuhan diri telah dinominasikan sebagai Sumber, Allah, Providence, Life Force, Vital Force, Sang Pencipta, dll Tidak peduli apa yang kita menyebutnya, kekuasaan selalu bersama kami, menunggu untuk melakukan pekerjaan untuk penyelesaian. Tujuannya adalah untuk belajar bagaimana lagu perhatian kita ke dalam dan mengikuti kebijaksanaan yang selalu mengirimkan kami pesan sehat.

Dalam rangka untuk menyembuhkan dan tetap sehat sangat penting untuk benar-benar memahami dan menerima prinsip fisiologis bahwa tubuh adalah penyembuh. Fisiologi (studi ilmiah tentang cara kerja tubuh) mengungkapkan sifat dan tujuan penyakit, alasan untuk gejala penyakit dan persyaratan pikiran-body├žs untuk penyembuhan dan peremajaan. Kesehatan adalah hasil dari kebiasaan sehat, dan penyembuhan memerlukan komitmen, ketekunan dan kesabaran. Tubuh dapat memperbaiki diri, sedikit demi sedikit, setiap saat, namun penyembuhan tidak selalu proses cepat. Tidak ada jalan pintas untuk kesehatan benar, dan, saat aku akan membuktikan, penghargaan terbesar dalam hidup dapat diperoleh dengan melihat proses penyembuhan diri lengkap melalui. pendidikan yang akurat dan sistem pendukung yang tepat adalah kunci sukses penyembuhan.
konseling Diri perangkat lunak untuk ketenangan batin. Gunakan Inner Peace untuk ketenangan batin. Bayangkan hidup dengan kedamaian batin lebih. Seperti Lepaskan masalah yang mengganggu ketenangan batin.

BAB II PEMBAHASAN
Prosedur penyembuhan diri sendiri yang dijelaskan dalam tulisan ini adalah untuk mengurangi rasa stres, takut dan masalah mental emosional lainnya. Ini tidak ditujukan sebagai terapi penyakit tertentu, baik fisik maupun mental, atau sebagai pengganti terapi medis atau psikologis profesional.
Penyembuhan diri atau individual (self healing) merupakan menyembuhkan diri sendiri dari berbagai ketegangan awal, namun jika seseorang merasa tidak mampu lagi maka seharusnya dibawa keyang lebih mampu seperti konseling.

Jika kita mengalami ketegangan-ketegangan dan ketakutan-ketakutan yang tidak menyenangkan, kita tidak perlu khawatir. Akan tetapi kita harus mulai waspada, jika gelora emosi menjadi meluap-luap, sering timbul, dan berulang kali berlangsung kronis, sehingga dapat menyebabkan timbulnya ketidakseimbangan dan keguncangan-keguncangan hebat dalam kepribadian kita.

Ada beberapa petunjuk dalam menaggapi kesulitan:

1. Mengeluarkan dan membicarakan kesulitan
2. Menghidari kesulitan untuk sementara waktu
3. Menyalurkan kemarahan
4. Bersedia menjadi pengalah yang baik
5. Berbuat suatu kebaikan untuk orang lain dan memupuk sosialitas/kesosialan
6. Menyelesaikan suatu tugas dalam satu saat
7. Jangan menganggap diri terlalu super
8. Menerima segala kritik dengan lapang dada
9. Memberikan “kemengangan” kepada orang lain
10. Menjadikan diri sendiri serba-guna
11. Mengatur saat-saat rekreasi

Self healing dan self counseling, mempelajari hal-hal sebagai berikut:
1. Pengakuan Kunci Pemulihan
Adakalanya kita dapat menyelesaikan masalah-masalah kita sendiri. Namun, kita juga harus menyadari bahwa ada waktunya kita memerlukan dukungan, bantuan, dan pertolongan orang lain untuk melihat jalan keluar dari masalah-masalah kita. Terkadang kita kesulitan untuk mengenali masalah emosi yang kita rasakan. Kita sendiri tidak tahu bagaimana perasaan kita. Dengan berbicara pada seseorang, kita dapat mengenali apa yang kita rasakan. Lebih mudah bagi kita untuk menyelesaikan masalah kita setelah menemukan apa tepatnya yang kita rasakan. Mengakui perasaan negatif, kekecewaan, kegagalan dan kemarahan kita membuat kita lebih lega dan mampu menenangkan. Dalam keadaan tenang kita dapat berpikir jernih dan akhirnya memampukan kita menjalani masalah yang kita hadapi.
Hal lain yang kita sadari adalah perasaan bersalah bila kita melakukan kesalahan jika kita akui akan lebih mudah terbebaskan. kita tidak lagi dibebani rasa bersalah setelah menceritakan kesalahan kita.

2. Self Talk
Self talk yang bisa kita lakukan seperti menulis buku harian. kita biasa menuangkan perasaan saya dengan menulis. Setelah beberapa waktu, kita membaca kembali tulisan-tulisan kita dan mengingat kembali serta mencari jalan keluar dari apa yang kita tulis sebelumnya. Kita bisa menuliskan semua yang terjadi dalam gejolak emosi, sehingga saat kita membaca ulang kita dapat menemukan perasaan kita saat itu dan membandingkannya dengan perasaan kita saat ini. Dengan menulis, emosi kita tersalurkan dan merasa lebih lega. Kadang setelah menuliskan semuanya, kita dapat bersyukur atas semua yang kita alami dan lebih lepas dari emosi negatif. Kita dapat sekaligus memotivasi diri kita untuk mengucap syukur.

3. Mengenali Bahasa Tubuh Pribadi
Kita harus ingat untuk selalu menghargai tubuh kita. Kadang kita mengabaikan signal kelelahan yang kita rasakan, kita memaksa diri untuk menyelesaikan tugas-tugas. Ini membuat kita mengalami penyakit.
Jika kita merasa tertekan karena bosan atau kelelahan, sebaiknya kita pergi ketempat-tempat yang membuat kita rileks dan tidak tegang. Sehingga dengan meluangkan waktu untuk merilekskan diri, kita merasa bisa jauh lebih baik. Kita harus mempelajari apa yang kita inginkan saat mengalami kebosanan atau rasa tertekan. Jika tidur merupakan hal yang kita inginkan, maka kita tidur. Jika makan bakso menjadi sesuatu yang kita inginkan, kita makan bakso. Semua untuk mengembalikan kegembiraan dan memberi semangat diri. Kita harus mencari tahu, apa yang sangat ingin kita lakukan sehingga saat kita melakukannya, emosi kita tersalurkan dan merasa siap untuk melanjutkan kehidupan.

4. Memaknai Penderitaan Bersama Tuhan
Kita lebih mampu menyadari arti penderitaan kita. Karena kepercayaan kita kepada Allah bahwa kita telah dipersiapkan untuk menghadapi segala penderitaan yang menimpa kita.
Penderitaan perlu dimaknai agar kita dapat lebih kuat dan menguatkan orang lain. sehingga kita dapat melihat hal baik dari kesulitan kita dan dengan melihat hal baik dari kesulitan tersebut, kita merasa damai dan dapat melanjutkan hidup dengan sukacita. Masalah memang tidak akan berhenti, tetapi hati yang damai, membuat kita mampu melanjutkan kehidupan dengan sukacita.

5. Berani Menjalani Masalah
Jika kita telah mampu menerima adanya masalah, biasanya kita mencoba menangani dengan diri sendiri. Pada saat ini, kita mulai dapat mengerti tujuan Tuhan dalam masalah yang kita hadapi, biasanya kita sudah lebih rileks. Masalah yang kita hadapi tidaklah berakhir saat kita dapat memaknainya. Sejujurnya, kadangkala masalah justru seolah-olah semakin berat. Masalah itu membuat kita kuat, jadi kita mengerjakan apapun yang bisa kita kerjakan dan menyerahkan apa yang kita tidak mampu kerjakan ke pada Allah SWT.

6. Proses Lebih Penting Dari Hasil
Pada saat kita mengalami masalah, kita sangat ingin semua masalah itu berlalu sekejap mata. Kita sering mendengar orang-orang mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Sehingga tidak repot lagi untuk mencari pekerjaan, karena telah ada yang menawarkan pekerjaan. Tetapi kita harus bersyukur apa yan diberikan oleh Allah, karena telah menentukan jalan hidup masing-masing orang. Meskipun prosesnya lama, namun proses penantian itu membuat kita lebih sabar.

7. Berhati Pemaaf
Memberi maaf membebaskan kita dari stress yang menyertai kebencian. Belajar memaafkan tidak hanya berlaku bagi orang lain tetapi juga berlaku dalam memaafkan diri sendiri. Kita harus belajar memaafkan diri kita jika saya gagal, dan tidak sempurna. insyaallah, kita lebih bersemangat setelah belajar memaafkan.

Referensi:
- Prof. Dr. Sofyan S. Willis. 2009. KONSELING INDIVIDUAL Teori dan Praktek, Bandung: Al Fabeta.
- Kartini Kartono, 2000. Hygiene Mental, Bandung: Mandar Maju.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon untuk Komentar ANDA.........................