Tiga Hal Penyebab Stress dan Cara Mengatasinya

Tiga Hal Penyebab Stress dan Cara Mengatasinya
Sumber: http://walinz.com/

Setiap individu pasti mengalami berbagai tekanan dalam kehidupannya. Tekanan setiap individu itu juga berbeda-beda, serta penanganan atas tekanan itu yang berbeda-beda pula. Berbagai tekanan yang ada dapat menimbulkan stress bagi individu yang tidak mampu menangani tekanan-tekanan itu. Tidak mudah bagi setiap individu untuk dapat menangani tekanan-tekanan
yang datang. Diperlukan proses belajar untuk dapat menangani hal itu. Sebagai langkah awal yang penting adalah memahami penyebab dari stress itu, sehingga individu tersebut akan mampu menangani permasalahan itu. Terdapat tiga penyebab timbulnya stress dari tekanan yang datang.

Yang pertama adalah sikap pandang yang negatif pada segala hal yang dihadapi. Selalu berpandangan negatif pada orang lain, situasi, kondisi, tempat, atau berbagai hal lain dalam kehidupannya. Sikap itu menimbulkan keputusasaan, karena menganggap segala sesuatu sudah tidak ada harapan. Anggapan seperti, “Orang itu tidak bisa melakukan pekerjaan yang sulit ini” atau “Saya selalu mengalami hal buruk setiap harinya. Saya memang ditakdirkan untuk selalu gagal” ataupun, “Sangat berat untuk menghidupi keluarga saya. Saya sudah tidak mampu lagi!” dapat menyebabkan setiap individu kehilangan semangatnya untuk berusaha. Tanpa adanya semangat untuk maju dan disertai tekanan silih berganti menyebabkan seorang individu mengalami stress berat.

Penyebab kedua ialah sikap perfeksionis yang tak terkendali. Sikap perfeksionis ada kalanya dibutuhkan sebagai kegigihan dalam melakukan sesuatu. Tetapi, jika hal itu menjadi sesuatu yang berlebihan dan menuntut diri sendiri untuk selalu menjadi yang terbaik, hal itu akan dapat menyebabkan kekecewaan yang mendalamjika sesuatu yang telah dilakukan tidak berhasil sesuai harapannya. Setiap individu dapat melakukan yang terbaik sesuai kemampuannya, bukannya paling baik di luar kemampuannya. Sikap itu menimbulkan ketegangan di dalam benak setiap individu karena tidak adanya titik puas untuk mencapai sesuatu dengan ketenangan, sehingga hal seperti itu dapat menyebabkan stress yang berat.

Penyebab yang ketiga adalah sikap yang berlebihan dalam menganalisis sesuatu. Hal ini terjadi pada seorang individu yang memiliki pekerjaan dengan pemikiran berat. Tuntutan pada pekerjaan agar sesempurna mungkin dengan ketelitian, ketepatan, serta kecepatan dalam mengerjakannya dapat menjadikan hal itu sebagai suatu beban yang sangat besar. Beban yang terus dialami setiap harinya dengan porsi yang relatif sama besar akan menyebabkan stress. Seorang direktur perusahaan yang menghadapi ancaman krisis dituntut untuk dapat mengatasi masalah besar itu dengan sebaik-baiknya. Beban itu selalu membayanginya di manapun dan kapanpun, sehingga beban itu sendiri yang menjatuhkannya.

SOLUSI
Langkah awal untuk mengatasinya adalah membagi beban itu dengan orang lain. Berbagi dengan bercerita pada orang-orang terdekat, suami atau istri, saudara, orang tua, sahabat, atau rekan lainnya. Langkah ini terbukti sangat efektif bagi setiap individu yang mengalami tekanan yang besar, karena orang-orang terdekat itu selalu menginspirasi untuk maju dan tidak ingin melihatnya mengalami keterpurukan. Tanyakan pada orang-orang yang dipercayai itu, “bagaimana memperbaiki sikap pandang saya yang selalu negatif?” atau “bagaimana agar saya dapat memiliki ketenangan dan kepuasan pada apa yang telah saya kerjakan?” ataupun, “bagaimana agar saya tidak tertekan dengan pekerjaan saya yang berat?” Mungkin orang-orang yang dipercayai untuk berbagi tidak dapat memberikan solusi pada masalah-masalah itu, tetapi mereka akan memberikan motivasi dan inspirasi yang sepenuh hati. Inspirasi-inspirasi yang datang dari orang terdekat itu dapat menimbulkan keyakinan bahwa segala sesuatu dapat diatasi dengan baik, serta dapat menciptakan ketenangan dalam menghadapi tekanan-tekanan itu. Keyakinan dan ketenangan adalah kunci utama bagi setiap individu untuk menghindari stress.

Sebagai wujud komitmen dari inspirasi orang-orang terdekat, selalu ingatkan diri sendiri untuk dapat memiliki keyakinan dan ketenangan dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul. Akan selalu ada orang-orang tercinta yang menguatkan dan memotivasi kita untuk selalu berjuang. Namun, perjuangan tetap pada diri sendiri dan harus dihadapi. Setiap individu dapat mengingat inspirasi-inspirasi itu dalam bentuk tulisan, gambaran, ataupun media lain dalam agenda utamanya agar selalu teringat dan terdorong untuk melakukannya. Agenda itu dapat selalu memacu setiap individu dalam mengatasi stress berat yang sedang dihadapinya.

Simpulan:

Terdapat tiga penyebab utama stress, yaitu sikap pandang negatif pada sesuatu yang dihadapi, sikap perfeksionis yang tak terkendali, serta sikap yang berlebihan dalam menganalisis sesuatu. Penyelesaiannya adalah mendapatkan inspirasi untuk selalu berjuang menghindari stress dengan keyakinan dan ketenangan dari orang-orang terdekat dan juga agenda untuk selalu mengingat dan memotivasi diri kita.

Sumber:
http://walinz.com/tiga-hal-penyebab-stress-dan-cara-mengatasinya.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon untuk Komentar ANDA.........................