KATARSIS

Mengenal Istilah Katarsis   
Ditulis Oleh Wahid Suharmawan dikutip dari Ifdil 

Dalam KBBI, katarsis diartikan 1 Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan; 2 Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas; 3 Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis




Dalam wiki Katarsis atau katharsis, (dari bahasa Yunani: κάθαρσις) pertama kali diungkapkan oleh para filsuf Yunani, yang merujuk pada upaya "pembersihan" atau "penyucian" diri, pembaruan rohani dan pelepasan diri dari ketegangan. Istilah ini digunakan antara lain oleh: "Penyucian" yang dihasilkan pada para pemirsa dalam sebuah pentasan sandiwara, menurut Aristoteles, metode psikologi (psikoterapi) yang menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya (JS Badudu, hlm 175).

Katarsis adalah suatu metode terapeutik dimana pasien diminta untuk mengingat kembali dan melepaskan emosi yang tidak menyenangkan, mengalami kembali ketegangan dan ketidakbahagiaannya dengan tujuan untuk melepaskan dari penderitaan emosional/gangguan mental. Terapi katarsis ini dikenalkan oleh Josef Breuer dan kemudian dikembangkan oleh Sigmund Freud.

Katarsis adalah pelepasan emosi-emosi yang terpendam. Proses katarisis ini sangat penting bagi orang-orang yang sedang menghadapi masalah-masalah emosional. Dan pada umumnya, orang yang sedang menghadapi masalah-masalah emosional. Mereka menghadapi situasi yang menyedihkan, mengecewakan, menjengkelkan, seringkali tidak mau mengungkapkannya kepada orang lain. Mereka lebih suka memendam dalam qalbunya atau berusaha untuk melupakannya. Dalam kenyataannya, suatu masalah makin dipendam dan diusahakan untuk dilupakan, maka akan muncul berbagai macam ganguan fisik dan psikologis seperti depresi, kecemasan dan berbagai bentuk penyakit psikologis.

Didalam konseling, biasanya seorang konselor hanya berperan sebagai media katarsis atau penampung segala macam keluhan klien yang mengungkapkan segala macam perasaan, emosi atau pikiran-pikiran yang mengganggunya. Setelah itu, klien akan merasa lebih ringan akan beban yang dipikulnya. Apabila klien itu sampai menangis. Konselor biasanya akan membiarkannya terus menangis sampai puas dan orang tersebut merasa lega. Sebab dengan menangis akan tersalurkan emosi yang mencekam dirinya.

Sumber: http://www.tqn-jakarta.org / http://id.wikipedia.org / etc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon untuk Komentar ANDA.........................